
3 Rahasia Cara Membuat Jurnal Tesis: Daftar Pustaka Benar yang Wajib Tahu di 2026
Menyusun jurnal dari tesis merupakan langkah krusial bagi mahasiswa pascasarjana. Proses ini menuntut pemahaman mendalam tentang struktur penulisan ilmiah dan teknik sitasi yang benar. Artikel ini akan membahas tujuh langkah cara membuat jurnal tesis yang efektif dan terstruktur.
1. Pahami Perbedaan Tesis dan Jurnal Ilmiah
Sebelum memulai, penting memahami bedanya tesis dan jurnal. Tesis adalah karya ilmiah panjang sebagai syarat kelulusan, sedangkan jurnal adalah artikel ringkas yang diterbitkan di publikasi akademik. Jurnal biasanya lebih fokus pada satu temuan inti yang disajikan secara padat.
Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa memilih bagian tesis mana yang paling relevan untuk diangkat. Proses transformasi ini memerlukan penyederhanaan data dan penulisan ulang dengan gaya yang lebih singkat.
2. Kumpulkan Referensi dari Situs Jurnal Gratis
Langkah awal adalah mengumpulkan referensi dari situs jurnal gratis seperti Google Scholar, DOAJ, dan Portal Garuda. Pastikan sumber yang dipilih relevan dengan topik tesis Anda. Catat semua informasi sitasi sejak awal untuk memudahkan penyusunan daftar pustaka.
Manfaatkan juga direktori jurnal terindeks seperti SINTA atau Scopus untuk menjamin kredibilitas. Penggunaan situs jurnal gratis sangat membantu mahasiswa yang memiliki keterbatasan akses database berbayar.
3. Buat Kerangka Artikel Jurnal
Susun kerangka artikel jurnal yang mencakup abstrak, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan. Kerangka ini akan menjadi panduan agar tulisan tetap terfokus pada argumen utama. Gunakan gaya penulisan yang konsisten sesuai format jurnal tujuan.
Jika Anda menggunakan metode kualitatif, Anda bisa melihat contoh tesis kualitatif sebagai referensi penyusunan kerangka. Contoh tersebut memberikan gambaran bagaimana mengorganisir temuan naratif menjadi bagian hasil dan pembahasan.
4. Tulis Abstrak dan Pendahuluan yang Menarik
Abstrak harus merangkum tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan dalam 150-250 kata. Pendahuluan perlu memaparkan latar belakang masalah serta posisi riset Anda terhadap studi sebelumnya. Bagian ini menjadi pintu masuk bagi pembaca untuk memahami urgensi penelitian.
Pada bagian pendahuluan, sertakan celah penelitian (research gap) yang jelas. Langkah ini akan memperkuat justifikasi mengapa jurnal Anda layak diterbitkan.

5. Gunakan Aplikasi Manajemen Referensi
Aplikasi seperti Mendeley atau Zotero sangat membantu mengelola sitasi dan daftar pustaka. Aplikasi ini bisa menyisipkan kutipan secara otomatis ke dalam dokumen Word. Dengan demikian, Anda terhindar dari kesalahan format yang sering terjadi pada penyusunan manual.
Pastikan Anda memilih gaya penulisan yang diminta oleh jurnal target, misalnya APA atau Chicago. Aplikasi manajemen referensi juga memudahkan perubahan format secara massal jika diperlukan.
6. Periksa dan Edit Naskah Secara Teliti
Setelah selesai menulis, lakukan penyuntingan untuk memastikan alur logis dan tidak ada plagiarisme. Gunakan tools seperti Turnitin untuk pengecekan kesamaan teks. Pastikan setiap kutipan sudah tercantum dalam daftar pustaka dengan format yang tepat.
Minta rekan sejawat atau dosen pembimbing untuk membaca naskah Anda. Umpan balik dari orang lain sering kali menemukan kelemahan yang terlewat oleh penulis sendiri.
7. Kirim ke Jurnal dan Ikuti Proses Review
Pilih jurnal yang sesuai dengan bidang ilmu Anda, misalnya contoh jurnal skripsi atau jurnal manajemen. Kirimkan naskah sesuai panduan penulis yang biasanya tersedia di situs jurnal. Bersiaplah menghadapi proses review yang mungkin memerlukan revisi satu hingga dua putaran.
Respon cepat terhadap komentar reviewer menunjukkan profesionalisme. Revisi berdasarkan masukan tersebut akan meningkatkan kualitas artikel dan peluang diterima.
Kesimpulan
Membuat jurnal dari tesis memang membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Dengan mengikuti tujuh langkah di atas, Anda dapat menghasilkan artikel ilmiah yang berkualitas. Ingatlah untuk selalu konsisten dalam format dan menghindari plagiarisme.
Proses ini juga melatih kemampuan komunikasi ilmiah Anda. Setiap langkah memberikan pengalaman berharga yang akan berguna di dunia akademik dan profesional.